Pages

Berkenalan dengan Mata Uang Kripto dan Toko Token (TKO) di Tokocrypto

Monday, July 12, 2021 | at 12:43 AM

Hari-hari belakangan, kosa kata seperti Bitcoin, Ethereum, BNB, Hive, hingga Dogecoin menjadi semakin akrab di telinga kita. Yup! Betul, kata-kata tersebut adalah mata-mata uang kripto atau cryptocurrencies yang menjadi semakin populer dan familiar diperdagangkan melalui berbagai aplikasi online trading.

Seiring meningkatnya transaksi perdagangan mata uang kripto, dengan Bitcoin sebagai yang tertinggi dalam penetapan nilai tukarnya, aktifitasnya pun semakin marak dan menjangkau pengguna yang beragam di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia. Momentum ini tentu saja didukung oleh kemajuan teknologi informasi yang memungkinkan siapa saja terlibat dalam aktifitas perdagangan mata uang kripto ini. dengan perangkat seperti komputer, laptop, hingga ponsel pintar, seseorang dapat menjadi pelaku perdagangan ribuan mata uang digital ini. Sebut saja platform-platform tersohor seperti Binance, Coinbase, Upbit, sampai Tokocrypto yang cukup populer digunakan di Indonesia.

Mata Uang Kripto Dari Mana?

Mata uang kripto, di awal kehadirannya dianggap sebagai mata uang alternatif saja, yang diciptakan dari serangkaian kode digital tertentu, yang disebut sebagai blockchain. Teknologi blockchain memungkinkan aset digital pada tiga hal, yaitu: 1) dapat diakses real-time; 2) perubahan yang dialaminya sangat transparan; dan 3) tidak dapat diduplikasi dan dilacak pemiliknya.

Secara konsep, ide mata uang kripto bisa dilacak sejak tahun 1980-an ketika David Chaum, ilmuwan komputer dan matematikawan dari Amerika Serikat, menemukan algoritma khusus yang dikembangkannya hingga melahirkan mata uang digital bernama DigiCash pada tahun 1990-an.

Satoshi Nakamoto menjadi nama penting dalam perkembangan mata uang kripto, ketika pada tahun 2008 dia merilis buku “Bitcoin – A Peer to Peer Electronic Cash System” yang mengkonseptualisasikan blockchain dalam komputer. Di tahun berikutnya, Nakamoto mengimplementasikan blockchain pada bitcoin core yang digunakan sebagai buku besar untuk mencatat transaksi yang terjadi di dalam jaringannya. Dengan teknologi pencatatan inilah, Bitcoin (BTC) kemudian dirilis sebagai mata uang kripto pertama yang terdesentralisasi secara penuh.

Perilisan Bitcoin sebagai mata uang digital, kemudian diikuti oleh kemunculan mata-mata uang kripto lainnya. Hingga saat ini, telah terdapat ribuan jenis mata uang kripto yang bisa dipertukarkan. Beberapa yang populer, di antaranya Ethereum (ETH), BNB (BNB), Dogecoin (DOGE), Litecoin (LTC), Toko Token (TKO), dan lain-lain.

Grafik pertukaran mata uang kripto (source: tokocrypto.com)

Cara Kerja Mata Uang Kripto

Sifat mata uang kripto yang terdesentralisasi menyebabkan kontrol dan pengelolaan nilainya ada pada pengguna mata uang melalui penggunaan internet, bukan pada otoritas sebagaimana mata uang konvensional yang dikontrol oleh Bank Sentral.

Karena sifatnya yang digital, maka tentu saja uang kripto tidak memiliki bentuk fisik yang menyebabkan cara penggunaan dan penyimpanannya berbeda dengan uang konvensional yang kita gunakan sehari-hari. Begitupula dengan pertukarannya, dilakukan melalui perdagangan di dunia digital atau di dalam jaringan yang terhubung dengan internet.

Perdagangan mata uang kripto termasuk jenis investasi yang beresiko tinggi karena perubahan nilai atau harga yang terjadi bisa terjadi sangat ekstrim. Selain itu, karena aktifitasnya yang harus berada di dalam jaringan internet, perlu dipastikan langkah yang harus diambil untuk menjaga aset tetap aman dan terlindung dari kejahatan internet. Di Indonesia, nampak perlu memperhatikan legalitas perusahaan penyedia platform pertukaran mata uang digital ini, apakah telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia atau belum. Registrasi pada Bappebti memastikan bahwa platform yang digunakan untuk pertukaran dimiliki oleh perusahaan yang memenuhi syarat, kredible, dan bertanggung jawab.

Resiko-resiko di atas harus dipahami sebelum memulai jual-beli aset pada platform atau aplikasi perdagangan kripto. Pertukaran yang dilakukan secara digital mengharuskan seseorang membuka rekening (akun) pada platform perdagangan mata uang kripto.

Tokocrypto dan Toko Token (TKO)

Berbicara tentang platform perdagangan mata uang digital, ada Tokocrypto yang populer dan banyak digunakan di Indonesia bersama beberapa aplikasi lainnya. Mengenai pengoperasian, Tokocrypto dapat digunakan dengan basis websiste atau aplikasi pada smartphone, Android maupun iOS. Penerapannya cukup mudah dengan proses registrasi yang cepat, fitur-fitur yang membantu, dan informasi yang update pada blognya.

Dalam hal keamanan penggunaan di Indonesia, Tokocrypto merupakan platform perdagangan aset kripto pertama yang mendapatkan legalitas dengan izin pengawasan dari Bappebti dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia. Jadi bisa dikatakan bahwa aplikasi Tokocrypto sudah aman dan terjamin untuk digunakan di Indonesia.

Kemudian, untuk pengembangan perdagangannya, Tokocrypto didukung dan bekerjasama dengan Binance, perusahaan dengan platform pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia dari sisi volume. Binance juga mendukung pengembangan proyek blockchain Tokocrypto yang menghasilkan TKO sebagai salah satu aset kripto potensial untuk dipertukarkan. 

Sejak diterbitkan pertama kali, TKO menjadi aset kripto dengan model token unik yang menggabungkan konsep Decentralized Finance (DeFi) dan Centralized Finance (CeFi). Platform DeFi memungkinkan aplikasi semua bentuk layanan keuangan secara transparan, fleksibel, dan tersedia bagi siapa saja seperti pinjaman, asuransi, tabungan, dan lain-lain. Sedangkan CeFi membuka akses pada layanan seperti tabungan, penyetoran, dan pemberian cashback. Kombinasi dari dua model ini melahirkan model hybrid Centralized and Decentralized Finance (CeDeFi) yang memungkinkan lahirnya program-program seperti Lock TKO, TKO Cashback, dan lain-lain di aplikasi Tokocrypto.

Proses Registrasi di Tokocrypto

Tampilan layar registrasi pada website Tokocrypto 

Terakhir, adalah bagaimana proses mendapatkan akun di Tokocrypto. Secara sederhana, prosesnya sebagai berikut:

Proses Pendaftaran Akun

1.     Lakukan registrasi pada website Tokocrypto pada link ini.

2.    Jika memilih melakukan registrasi melalui aplikasi di Android atau iOS, silakan unduh aplikasinya, isi data, dan selesaikan registrasinya dengan klik daftar sekarang.

3.   Pastikan mengisi formulir dengan benar. Masukkan nama, nomor KTP, dan email yang valid untuk menghindari penolakan aplikasi.

4.     Cek kembali isian formulir dan klik submit atau kirim.

5.   Jika memiliki akun di Binance, pendaftaran di Tokocrypto juga bisa dilakukan dengan menghubungkan langsung akun Binance tersebut.

Verifikasi KYC

Verifikasi Know Your Customer (KYC) merupakan tahapan Otentifkasi Identitas level 1 pada Tokocrypto sebagai syarat untuk  mulai melakukan pertukaran. Namun demikian, jika hanya sampai pada verifikasi level 1, maka jumlah penarikan per hari masih dibatasi pada nilai tertentu yang dikonversi ke dalam BTC maupun BIDR. Verifikasi pada tahap lebih tinggi, yaitu level 2 memungkinan penarikan dengan jumlah lebih besar.

Berikut ini langkah verifikasi KYC di Tokocrypto:

1.      Siapkan KTP atau kartu identitas yang sesuai dengan regisrasi sebelumnya

2.      Login ke Tokocrypto dan cari menu Identifikasi Otentifikasi, kemudian lakukan verifikasi

3.      Isi informasi detail pelanggan (nama, kebangsaan, tanggal lahir, nomor telepon, dan lain-lain)

4.      Isi formulir alamat tempat tinggal

5.      Unggah KTP dan isi data yang diperlukan sesuai KTP

6.      Lakukan swafoto dengan mengikuti instruksi pada aplikasi

7.      Kirim verifikasi KYC untuk diverifikasi oleh Tim Tokocrypto (proses verifikasi 0 s.d. 7 hari)

8.  Jika verifikasi gagal, silakan ajukan kembali dengan memastikan data yang diisikan sudah benar sesuai identitas

9.      Selesai dan mulai pertukaran

Kurang lebih seperti itu informasi dan perkenalan singkat mengenai mata uang kripto (cryptocurrency) dan di platform apa pertukaran direkomendasikan untuk memulai perdagangan mata uang digital, khususnya di Indonesia.

Semoga bermanfaat dan selamat memulai trading!!


source: tokocrypto.com 

 

Suatu Sore di Rumah Juang

Sunday, July 14, 2019 | at 6:36 PM

Diskusi Panjang dan Sehari Memburu Laptop

Thursday, November 21, 2013 | at 5:15 PM


Masih berbicara tentang komputer, atau lebih tepatnya laptop dan ELS Computer. Beberapa bulan setelah pengalaman tak terlupakan memburu laptop untuk kepentingan tugas kuliahku, aku kembali berhadapan dengan pengalaman lainnya. Kali ini memang bukan tentangku, atau lebih tepatnya bukan aku yang menjadi tokoh utama dalam pengalaman itu (hahaha…). Adalah salah seorang kawanku di kosan yang juga terdesak, karena kepentingan kuliah dan tetek bengek tugasnya, segera harus membeli peralatan super penting itu.
Selama ini, dia memang menggunakan salah satu komputer atau laptop kami, anak-anak penghuni kosan, untuk menyelesaikan berbagai tugasnya. Namun, seiring dengan menumpuknya tugas-tugas kami dan tekanan yang dialami oleh beberapa penghuni kosan lainnya untuk segera menyelesaikan tugas akhirnya, si kawan ini terpaksa harus berpikir untuk membeli sebuah laptop. Dimulai dari sinilah cerita itu.
Sama saja dengan kasusku sebelumnya, kebingungan mencari merk, spesifikasi, dan terlebih harga laptop yang terjangkau kantong, juga dialami oleh si kawan ini. Mulailah dia menginterogasi satu persatu penghuni kosan mengenai merk apa yang bagus, bagaimana saja gambaran spesifikasinya, dan apakah harga laptop itu terjangkau budget yang disediakannya. Dikenal sebagai seorang yang senang berdiskusi, kawanku ini rupanya menanyai hampir seluruh penghuni kosan dengan topik dan materi yang sama selama berjam-jam setiap harinya, hampir seminggu.
Hingga akhirnya di tengah malam jumat buta, salah seorang anak kosan yang paling sering ditanyainya mulai bosan dan menyeru dengan kesal, “Wooii Bung!! Kamu ini mau beli laptop ato mau diskusi!? Perasaan dari kemarin, pertanyaanmu itu terus dan tidak ada perkembangan..”
Si kawan terdiam dan raut mukanya berubah masam hingga terlihat lucu.
“Kan sudah Ku bilang, cek saja dulu di ELS dan beberapa toko laptop biar bisa kamu bandingkan harganya..” lanjut si anak kos.
Aku hampir tak bisa menahan ketawaku melihat si kawan ini dimarahi seperti anak kecil (hahaha..). Hingga akhirnya Ku ambil inisiatif untuk bicara. Tapi harus Ku lepas dulu ketawaku.. “Hahaha.. Begini saja, besok kalian pergi sama-sama ke toko komputer buat cek harga laptopnya. Kasihan kawan kita ini, tugasnya menumpuk.”
“Kau saja yang temani, Har!!” si anak kos menolak.
“Kuliahku masih sampe habis jumatan. Kamu kan kuliah pagi doang. Habis jumat, kalian berangkatlah keliling buat cek harga. Nanti pake motorku saja, Aku bisa pulang nebeng teman.” Dia menawarkan.
Aku akhirnya tak bisa menolak. Hingga keesokan harinya kutunaikan janjiku menemani si kawan untuk cek harga laptop di beberapa toko.

ELS Computer
Harga Laptop Terbaik di ELS
Selepas jumatan, Kami akhirnya memulai perburuan laptop kami dari lokasi paling jauh, salah satu pusat perbelanjaan elektronik terbesar di Yogyakarta. Kami berkeliling lama di sini, masuk dari toko ke toko mengecek spesifikasi, membandingkan harga, dan mempertimbangkan merk. Selama berkeliling itu, kami akhirnya menetapkan dua alternatif, yaitu ACER aspire one (aku lupa tipenya) pada kisaran harga 2,6 jutaan dan ASUS 1015B yang serupa dengan punyaku pada kisaran harga 2,5 jutaan.
Kami menutup perburuan di pusat perbelanjaan itu kemudian melanjutkan perjalanan ke beberapa toko komputer lain. Di toko-toko lainnya sama saja, kami mendapatkan kesimpulan harga yang relatif sama. Kami pun akhirnya memutuskan balik saja ke kosan dan menunggu beberapa hari berharap harga laptop akan sedikit berubah. Wajah kawanku tampak sangat lemas dan sedikit kecewa.
Hingga akhirnya, entah apa yang jadi inspirasinya, dia kembali bicara dan minta ditemani ke satu lagi toko komputer untuk cek harga.
“Eh,, apa nama toko komputer yang kamu bilang dekat kos itu?? Katamu di situ yang paling murah. Kita cek yang di sana terakhir yaa.. Habis itu kita pulang. Semoga di sana ada yang lebih murah.” Dia sangat bersemangat.
“ELS Computer!? Ya sudah.. Ayo!! Tapi kemugnkinan harganya sama saja.” Kataku.
Kami pun segera menuju ke ELS Computer dan tiba dalam beberapa menit. Dan benar saja, harga laptop di ELS tidak jauh berbeda. Namun, ELS memang menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan toko lainnya. Dan kawanku sepertinya sedang beruntung hari itu.
Di ELS Computer, kami menemukan satu laptop (bukan dari dua jenis yang jadi alternative tadi) yang akhirnya menarik minatnya, ASUS Eee PC X101H dengan prosesor intel atom N435 di harga 2,1 juta. Tanpa pikir panjang lagi, langsung saja dipesannya laptop itu, meski dia belum membawa uang cash. Cocok dengan harganya, dia segera meninggalkanku untuk menarik uang di salah satu ATM dekat kampus UGM.
Dia tiba kembali di ELS Computer dengan wajah cerah dan berharap bisa segera memiliki laptop dan menyelesaikan berbagai tugasnya yang menumpuk tanpa harus sungkan dan mengganggu anak-anak penghuni kosan lagi. Menjelang maghrib, kamipun akhirnya kembali ke kos dengan hasil maksimal setelah hampir setengah hari berkeliling kota Yogyakarta memburu laptop. “Rupanya diskusi panjang selama seminggu hanya bisa diselesaikan dalam kurang dari sehari saja,” pikirku. Hahaha…

Terban, 22112013
#KontesLagi

Hehehe…

Tugas Kuliah, Laptop Murah, dan Motor Mogok

Tuesday, October 8, 2013 | at 8:56 PM


2011, dua tahun lalu, adalah pertama kali kuinjakkan kaki di kota Yogyakarta untuk memulai belajar lagi banyak hal. Dan benar saja, ada banyak pengalaman dan pelajaran baru yang kudapatkan, bahkan sejak hari-hari pertama berada di kota ini. Dari memilih kosan murah di belakang Pasar Terban, jalan kaki 45 menit ke kampus (90 menit bolak-balik setiap harinya), hingga tugas kuliah yang bikin shock.
Nah, tugas kuliah inilah yang kemudian mengantarkanku pada sebuah pengalaman unik, memburu laptop murah. Awalnya, kupikir proses kuliah akan berjalan santai dan biasa saja. Sepekan berjalan nampak tidak ada aktivitas dan materi yang serius sama sekali. Hingga masuk pekan berikutnya dan hampir semua mata kuliah mulai memberi beban serupa untuk sepekan ke depan, TUGAS. Hari masih berjalan seperti biasa hingga di penghujung pekan, mulai kupikirkan tentang tugas-tugas yang menumpuk itu. Mulai kupikirkan kalau sama sekali tidak ada komputer atau laptop yang bisa kupakai untuk mengerjakan semua tugas-tugas itu. Panik mulai menggangguku, mengingat tugas pertama harus selesai paling lambat tiga hari ke depan.
Kuputuskan untuk akhirnya membeli laptop, tapi aku belum terlalu hafal kota ini. Yang paling kukenali hanya jalan dari kosanku menuju kampus. Kuceritakan keluhanku pada kawan-kawan di kosan hingga akhirnya mereka merekomendasikan beberapa toko komputer yang tak jauh dari kosan. Di sana bisa kubandingkan harga beberapa laptop yang paling murah yang bisa kupilih nantinya.
Dari beberapa toko komputer yang disebutkan, ada satu toko yang paling direkomendasikan dengan pertimbangan harga paling kompetitifnya, yaitu ELS Computer. Jaraknya tidak jauh, sekitar 400 meter dari kosanku ke arah utara. Kata mereka, bisa kutemukan laptop murah dengan harga terendah disana. Dengan meminjam sepeda motor butut salah seorang kawan, kudatangilah beberapa toko yang direkomendasikan tadi. Harga patokan tertinggiku adalah 2,5 juta rupiah. Hingga akhirnya kutemukan laptop yang menarik minatku saat itu, ASUS 1015B warna putih dengan processor AMD C-50. Saat itu, aku belum mengerti banyak tentang spesifikasi laptop,  jadi kupilih saja berdasarkan selera dan budget yang tersedia.
Setelah membandingkan harga dari setiap toko yang kudatangi, harga di ELS Computer adalah yang paling murah untuk tipe itu. Pada saat itu harganya berkisar di angka 2,3 juta, lebih murah 100-150 ribu jika dibandingkan dengan toko lain yang kudatangi. Dengan harga segitu, kuputuskan akhirnya mengambil laptop tipe itu di ELS Computer. Namun, masalahnya stok yang tersisa tinggal satu dan aku belum membawa uang untuk bayar tunai karena niat awal yang masih ingin membandingkan harga. Aku kembali diserang panik dan memutuskan secepatnya menuju ke arah Stadion Kridosono untuk menarik uang di ATM.
Kembali kukebut motor kawanku menuju ATM hingga kutarik 2,4 juta tunai dan segera kembali menuju ke toko ELS Computer. Masalah belum selesai di situ. Di depan Pasar Terban, motornya tiba-tiba batuk dan mesinnya mati tak jauh dari gang masuk ke kosanku, bensinnya habis rupanya. Panik dan mengingat laptop buruanku, tanpa pikir panjang, kuparkir motor di depan kios penjual pulsa dan berjalan kaki lumayan jauh ke arah utara, ke ELS Computer. Hampir tiba di toko laptop itu, aku baru tersadar kalau sebelum Pasar Terban ada SPBU dan seharusnya kudorong saja motornya ke sana biar langkah ke ELS Computer lebih mudah. Panik ternyata benar-benar memusatkan fokusku pada laptop murah itu.

kawan kuliah
Laptop yang Akhirnya Terus Menemani
Aku tiba di toko itu dan laptopnya masih ada, sepertinya memang ditakdirkan bersamaku. Aku belum bertanya banyak rupanya tadi sebelum menarik uang, karena ternyata laptopnya masih belum terisi Operating System (OS) atau masih “kosongan”, istilah mereka. Aku bertanya banyak tentang bagaimana caranya agar OS-nya ada dan bisa kugunakan secepatnya. Aku menyimak dengan seksama petunjuk dari salah satu karyawan toko yang melayaniku, mendengarkan petunjuknya untuk bisa mendapatkan OS untuk laptopnya, tentu saja berpura-pura mengerti seluruhnya. Tapi sebagiannya kupaham dan dia menyarankan untuk meng-install sendiri OS-nya biar lebih murah. Kemudian aku segera menuju toko penjual dvd di mana bisa kudapatkan OS untuk mengoperasikan laptop baruku itu.
Selepas maghrib, OS-nya ku-install, dan menurutku berjalan sesuai prosedur yang kutangkap dari karyawan ELS tadi. Instalasi berhasil kuselesaikan dan dengan bangga bisa kugunakan untuk menyelesaikan tugas yang membuntutiku tepat di belakang. Untuk sementara, hanya butuh Microsoft Office untuk kebutuhanku yang mendesak, TUGAS.
Dua hari berikutnya, tugas pertama sudah selesai dengan sempurna hingga akhirnya kutemukan kembali keanehan pada laptop baruku. Ternyata partisinya cuma satu. Partisi untuk sistem sekaligus kugunakan untuk penyimpanan datanya. Tapi kubiarkan saja dulu sampai selesainya sepekan yang penuh tugas dan berkesan itu. Hingga akhirnya setelah konsultasi dengan kawanku, ku-install lagi laptopnya di akhir pekan, dengan menambahkan dua partisi yang akhirnya kugunakan sampai sekarang. Hingga selesainya seluruh tugas-tugas kuliahku, termasuk tesisku.
Pengalaman ini benar-benar tidak terlupakan bagiku. Tugas di awal perkuliahan yang mengejutkan, memburu laptop dengan budget terbatas, dan pengalaman instalasi pertamaku yang tidak langsung sempurna. Laptop ini mungkin akan ku-museum-kan suatu saat mengingat kesetiaannya menemani kuliahku dan kesan yang kudapatkan dalam proses mencarinya.

Belakang Pasar Terban, 8 Oktober 2013
#PostinganBaru
Hehehe